Patogen Udang Semakin Pintar, Pencegahan Harus Holistik

Tantangan saat ini bagaimana membuat udang di tambak mempunyai kesehatan yang prima agar mampu menekan virulensi dari patogen yang terus hadir di tambak.

by Sakti Biru Indonesia • Published on November 30, 2025

Berdampingan dengan Vibrio

Dalam industri udang akhir-akhir ini, diskusi soal penyakit tidak lagi berfokus pada bagaimana mengurangi patogen di tambak, tetapi juga bagaimana memahami perilakunya. Pada Shrimp Aquaculture Conference 2025, Benedict Standane memperkenalkan istilah “smart pathogens”, yakni patogen yang tidak hanya eksis di lingkungan budidaya, tetapi berperilaku “cerdas” karena memiliki strategi, kemampuan adaptif, dan mekanisme serangan yang jauh lebih kompleks. 

Vibrio adalah contoh paling nyata. Bakteri ini merupakan bagian alami dari ekosistem perairan; bahkan pada udang liar sekalipun, sekitar seperlima mikroorganisme di dalamnya merupakan Vibrio. Artinya, desinfeksi total pada lingkungan tidak selalu jadi langkah yang efektif. Tantangan saat ini justru bagaimana membantu udang tetap sehat meskipun bakteri ini tetap ada di lingkungan tambak.

Yang menarik, jumlah Vibrio pada udang sehat dan udang sakit kadang kala tidak berbeda jauh. Perbedaan utamanya terletak pada tingkat virulensi serta kemampuan bakteri tersebut untuk menyerang. Vibrio yang memasuki fase agresif, yang memproduksi toksin atau mampu berkomunikasi dengan sesamanya, menjadi jauh lebih berbahaya. Selain itu, Vibrio tumbuh sangat cepat, terutama setelah proses desinfeksi atau saat kolam kelebihan bahan organik akibat pakan berlebih.  

Dalam kondisi optimal, pertumbuhan bakteri Vibrio bisa mencapai berkali lipat dalam sepuluh menit, jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan probiotik. Karenanya, ada baiknya probiotik sebaiknya ditempatkan sebagai strategi pencegahan, bukan intervensi saat wabah sudah terjadi..

Kecerdikan Vibrio tidak berhenti pada kecepatannya. Bakteri juga ini membangun biofilm sebagai tempat perlindungan dan berkomunikasi melalui quorum sensing, sebuah mekanisme yang memungkinkan mereka “sepakat” satu sama lain kapan harus menyerang. 

Karena itu, pendekatan terbaru kemudian beralih pada cara memutus komunikasi tersebut, baik lewat metabolit probiotik maupun bahan fitogenik seperti cinnamaldehyde. Dengan cara ini, Vibrio tetap ada namun kehilangan koordinasi untuk menyerang. Upaya lain juga berfokus pada menonaktifkan senjata Vibrio, terutama toksin PirA dan PirB yang menjadi pemicu utama AHPND. 

EHP Tidak Selalu Mematikan Udang, Tapi Mematikan Keuntungan

Jika Vibrio dikenal karena menyebabkan kematian mendadak, EHP justru menyerang secara perlahan. Patogen ini tidak selalu mematikan, tetapi menahan pertumbuhan sehingga udang gagal mencapai ukuran panen pada waktu yang normal. Hal ini membuat 

Pada awalnya, banyak upaya difokuskan untuk mencegah keberadaan EHP, namun pengalaman lapangan menunjukkan bahwa patogen ini sudah tersebar luas. Strategi yang lebih efektif kemudian bergeser, dari pencegahan total menjadi bagaimana mendukung udang agar tetap tumbuh optimal meski terinfeksi.

Salah satu pendekatan untuk menyiasati serangan EHP adalah dengan penggunaan bahan aktif yang mampu memperbaiki mikrobioma di dalam sistem pencernaan udang, menjaga fungsi hepato tetap baik, dan mengimbangi penurunan performa akibat infeksi. Upaya seperti ini memberikan hasil bagus di beberapa percobaan di Thailand dan Vietnam. 

Pendekatan Holistik

Baik Vibrio maupun EHP membuktikan bahwa patogen kini semakin cerdas dan cepat beradaptasi. Dalam kondisi seperti ini, keberhasilan tidak lagi bertumpu pada satu strategi atau satu produk saja. Industri perlu menggabungkan pendekatan nutrisi fungsional, probiotik yang dirancang untuk mekanisme tertentu, manajemen toksin, perbaikan mikrobioma, serta pengelolaan kolam yang lebih presisi. 

Kombinasi strategi inilah yang menjadi kunci untuk menghadapi tantangan patogen hari ini. Seperti yang diungkapkan Benedict, kemenangan dalam “perang” melawan patogen hanya mungkin dicapai jika semua alat dalam manajemen kesehatan digunakan secara bersama-sama.

Sebagai perusahaan yang terintegarasi di industri tambak udang, Sakti Biru Indonesia menyediakan produk lengkap untuk manajemen kesehatan udang di tambak mulai dari probiotik untuk pakan, probiotik untuk air tambak, hingga imunostimulan alami berbasis maggot.
 

author

Sakti Biru Indonesia

Shrimp Aquaculture Company