Banyak ungkapan yang mengatakan bahwa budidaya udang sama dengan budidaya air. Menjaga parameter kualitas air tetap dalam keadaan optimal menjadi salah satu kunci keberhasilan budidaya. Salah satu parameter kualitas air tambak yang punya peranan penting dalam budidaya adalah pH (derajat keasaman).
pH merupakan salah satu faktor paling vital di tambak udang yang harus dipantau secara ketat setiap hari. Secara teknis, pH didefinisikan sebagai tingkat aktivitas ion hidrogen dalam air yang menunjukkan apakah air tersebut bersifat asam atau basa.
Peran Penting pH bagi Udang Vaname
Udang vaname dikenal sebagai komoditas yang cukup toleran terhadap pH, namun tetap membutuhkan rentang yang spesifik untuk tumbuh optimal. Umumnya pada kisaran 7,8 hingga 8,5. Itu pun dengan syarat perubahannya tidak signifikan dalam waktu yang singkat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan air tambak pada pH 8 dapat memberikan pertumbuhan yang cukup bagus dengan tingkat kelangsungan hidup (survival rate/SR) mencapai 97%.

pH yang berada di luar rentang ideal cenderung membuat metabolisme udang terganggu. Pada kondisi pH rendah (asam) misalnya, kulit dan insang udang dapat mengalami iritasi, mengganggu sistem pernapasan, serta meningkatkan risiko pembentukan senyawa hidrogen sulfida (H2S) yang sangat beracun.
Sebaliknya, pada pH tinggi (basa), terutama di atas 10, toksisitas amonia dalam air akan meningkat drastis yang dapat menyebabkan kematian massal. Selain itu, pH ekstrim juga mengganggu proses osmoregulasi dan penyerapan kalsium, sehingga udang sering mengalami masalah kulit lembek atau gagal molting.
Dinamika dan Fluktuasi pH Harian
Nilai pH di tambak tidak pernah statis. Parameter ini berfluktuasi antara pagi dan sore hari karena aktivitas biologis. Pada siang hari, fitoplankton melakukan fotosintesis dan menyerap CO2, yang cenderung menyebabkan pH naik. Sedangkan pada malam hari, seluruh organisme melakukan respirasi yang melepaskan CO2 kembali ke air, sehingga pH bisa menurun di pagi hari. Banyak sumber mengatakan bahwa fluktuasi harian yang aman sebaiknya tidaklebih dari 0,5.
Karena itu, pH juga terkait dengan parameter lain, yaitu alkalinitas. Parameter yang sering disebut sebagai "garda terdepan" atau penyangga (buffer) pH ini penting keberadaannya dalam menjaga keseimbangan pH. Air dengan alkalinitas ideal (100-150 ppm) memiliki kemampuan untuk menahan perubahan pH yang drastis, sehingga lingkungan tambak tetap stabil meski terjadi penambahan asam atau basa.

Strategi Pengelolaan pH Tambak
Mengelola pH membutuhkan kombinasi antara pemantauan rutin dan tindakan korektif yang tepat sasaran.
Cara Menaikkan pH yang Rendah: Langkah yang paling umum adalah melakukan pengapuran menggunakan kapur pertanian (kalsium karbonat) atau dolomit. Kapur dolomit sangat disarankan karena mengandung magnesium yang membantu proses pengerasan cangkang udang.
Cara Menurunkan pH yang Terlalu Tinggi: Jika pH melonjak terlalu tinggi akibat populasi fitoplankton yang meledak (blooming), petambak dapat melakukan pergantian air secara bertahap (sekitar 10-25%), mengendalikan populasi fitoplankton, melakukan siphon di dasar kolam juga efektif. Penggunaan probiotik (seperti Bacillus) juga sangat membantu mengurai senyawa amonia yang memicu pH tinggi.
Manajemen Rutin: Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Petambak disarankan melakukan pemantauan pH setiap hari menggunakan pH meter. Manajemen pakan yang ketat juga diperlukan untuk mencegah sisa pakan membusuk yang dapat menurunkan pH dan merusak kualitas air.
Kesimpulannya, menjaga stabilitas pH bukan hanya soal menjaga pergeseran nilainya saja,, tapi juga tentang menciptakan lingkungan yang nyaman bagi udang untuk tumbuh sehat. Dengan menjaga alkalinitas yang stabil dan melakukan pemantauan rutin, risiko kegagalan budidaya akibat fluktuasi pH dapat diminimalisir secara signifikan.
Referensi:
- 6 Cara Menaikkan pH Air Tambak Udang Vaname Tanpa Ribet. (2025). GDM Blog.
- Cara Menurunkan pH Air Tambak Udang Vaname. (2025). JALA Blog.
- Cegah Fluktuasi pH Tambak dengan Menjaga Kestabilan Alkalinitas. (2024). ISW Blog.
- Supriatna, et al. (2020). Hubungan pH dengan Parameter Kualitas Air pada Tambak Intensif Udang Vannamei. Journal of Fisheries and Marine Research.
- Menjaga Stabilitas pH Air Tambak. (2019). JALA Blog.
- Jelinda, P. E., et al. (2024). Pengaruh pH Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Vanname. JVIP.
- Penggunaan Kapur Dolomit dalam Budidaya Udang Vaname. (2024). ISW Blog.