4 Cara Menjaga Keseimbangan Mikroba Agar Udang dan Tambak Tetap Sehat

Keseimbangan mikroorganisme memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan eksosistem tambak dan kesehatan udang

by Sakti Biru Indonesia • Published on August 30, 2025

Dalam budidaya udang, sering kali perhatian lebih banyak tertuju pada pakan, kualitas air, atau pemilihan benur. Padahal, ada satu faktor yang tidak kalah penting: mikroorganisme. Mikroba yang hidup di tambak merupakan “pemain tersembunyi” yang menentukan kesehatan ekosistem dan ketahanan udang terhadap penyakit.

Mikroba di tambak tidak semuanya berbahaya. Sebagian besar justru bermanfaat, baik untuk menjaga kualitas lingkungan maupun membantu pencernaan udang. Namun, ada pula mikroba oportunis yang kerap menjadi patogen seperti Vibrio atau virus yang bisa menimbulkan kerugian besar. Meski jumlah ini biasa lebih sedikit, tetapi efeknya bisa berbahaya jika populasinya terus meningkat. Karena itu, manajemen mikroba menjadi bagian penting dalam strategi budidaya udang yang berkelanjutan.

Berikut beberapa pendekatan yang bisa diterapkan petambak untuk menjaga keseimbangan mikroba di tambak udang.

1. Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang diberikan ke dalam air tambak atau pakan dengan tujuan menekan pertumbuhan patogen dan mendukung kesehatan udang. Bakteri seperti Bacillus atau bakteri asam laktat mampu menempel di saluran pencernaan udang, sehingga mencegah bakteri jahat masuk.

Selain itu, probiotik juga membantu mendegradasi sisa pakan dan kotoran di tambak. Dengan begitu, kualitas air tetap terjaga dan risiko munculnya amonia berlebih bisa ditekan. Beberapa penelitian juga menunjukkan probiotik mampu meningkatkan kekebalan tubuh udang, sehingga udang lebih tahan terhadap serangan penyakit.

2. Herbal

Penggunaan bahan herbal dalam budidaya udang semakin mendapat perhatian. Ekstrak tanaman seperti jahe, kunyit putih, hingga jintan hitam terbukti dapat meningkatkan imunitas udang. Kandungan senyawa bioaktif seperti fenolik, alkaloid, atau flavonoid berperan sebagai antioksidan, antimikroba, bahkan antivirus.

Keunggulan herbal adalah sifatnya alami dan lebih ramah lingkungan dibandingkan antibiotik. Beberapa riset menunjukkan kombinasi bahan herbal tertentu dapat menurunkan populasi Vibrio di tambak sekaligus meningkatkan kelangsungan hidup larva udang. Dengan strategi ini, petambak tidak hanya menjaga kesehatan udang, tetapi juga mendukung tren budidaya bebas antibiotik.

3. Bioflok

Salah satu tantangan di tambak adalah penumpukan limbah organik dari sisa pakan dan kotoran udang. Jika dibiarkan, limbah ini bisa menjadi sumber penyakit. Konsep bioflok hadir sebagai solusi. Yaitu dengan mengubah limbah kaya nitrogen menjadi gumpalan mikroba yang bermanfaat.

Prinsipnya, petambak menambahkan sumber karbon, seperti molase, untuk menyeimbangkan rasio C/N di air tambak. Mikroba kemudian memanfaatkan kelebihan nitrogen dan tumbuh menjadi flok atau kumpulan partikel mikroba yang bisa dimakan udang sebagai pakan tambahan. Dengan cara ini, bioflok tidak hanya menjaga kualitas air, tetapi juga meningkatkan efisiensi pakan.

4. Bakteriofage

Pendekatan terbaru dalam manajemen mikroba di tambak udang adalah penggunaan bakteriofage, yaitu virus yang secara khusus menyerang bakteri. Misalnya, fag yang menargetkan Vibrio dapat menjadi senjata alami untuk menekan populasi bakteri patogen di tambak.

Berbeda dengan antibiotik yang bisa memengaruhi mikroba baik, bakteriofage bekerja lebih spesifik. Ia hanya menyerang bakteri tertentu tanpa merusak keseimbangan mikroba lain. Meski masih banyak diteliti di laboratorium, penggunaan bakteriofage diyakini berpotensi besar menjadi alternatif ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit.

Menjaga Keseimbangan: Kunci Utama

Setiap pendekatan di atas memiliki keunggulan tersendiri. Probiotik melindungi pencernaan udang, herbal meningkatkan imunitas, bioflok memperbaiki kualitas air, sementara bakteriofage menargetkan bakteri jahat secara spesifik. Namun, yang terpenting adalah bagaimana petambak mampu menjaga keseimbangan antara mikroba baik dan patogen.

Mikroba yang menguntungkan harus diberi ruang untuk tumbuh, sementara mikroba berbahaya harus ditekan. Caranya bisa melalui manajemen kualitas air, pemberian pakan yang tepat, serta pengelolaan limbah secara baik. Dengan ekosistem tambak yang sehat, udang dapat tumbuh optimal dan risiko kerugian akibat penyakit bisa ditekan.

Solusi Lengkap dari SBI

Pada akhirnya, menjaga keseimbangan mikroba di tambak adalah fondasi utama budidaya udang yang sehat dan berkelanjutan. Probiotik, herbal, bioflok, hingga bakteriofage menawarkan solusi yang saling melengkapi untuk menekan patogen sekaligus memperkuat ekosistem tambak.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Sakti Biru Indonesia (SBI) hadir menyediakan berbagai solusi praktis dengan menawarkan probiotik berkualitas, baik untuk pakan maupun untuk air tambak, yang membantu menjaga kesehatan udang sekaligus mendukung kualitas lingkungan. Selain itu, SBI juga menyediakan produk imbuhan pakan alami berbasis maggot sebagai bahan. Kandungan nutrisinya terbukti mampu meningkatkan kekebalan tubuh udang secara, sehingga udang tumbuh lebih sehat dan produktif.

Dengan dukungan produk yang tepat dan manajemen budidaya yang baik, petambak dapat lebih tenang menghadapi tantangan sekaligus meraih hasil panen yang optimal.


 

author

Sakti Biru Indonesia

Shrimp Aquaculture Company